Menuju konten utama

Mengapa Ada Orang yang Memilih Menjalani Cinta Terlarang?

Semakin keras hubungan dilarang, semakin menantang dan menggairahkan hubungan itu dijalani. Risiko ketahuan dapat memicu pelepasan adrenalin serta dopamin.

Mengapa Ada Orang yang Memilih Menjalani Cinta Terlarang?
Header Diajeng Yang Terlarang Yang Menyenangkan. foto/istockphoto

diajeng.id - Kamu mungkin pernah bertanya-tanya, apa yang membuat orang-orang bertahan pada hubungan yang sebenarnya rumit dan terlarang?

Entah itu karena mereka adalah orang ketiga dalam rumah tangga atau pihak yang berselingkuh, atau sosok yang nekat mengencani kekasih sahabat sendiri.

Meski mereka tahu perilakunya menimbulkan sakit hati dan penderitaan bagi pihak-pihak lain, menariknya, ada sensasi "menyenangkan" yang membuat para pelaku hubungan terlarang ini merasa ketagihan.

Novelis Mark Twain pernah menulis, "Ada pesona tersendiri dari hal yang dilarang, yang membuatnya menjadi sangat diinginkan." Bisa jadi, sensasi inilah yang menjebak beberapa orang dalam lingkaran candu cinta terlarang.

Apa Saja Batasan "Cinta Terlarang"?

Cinta terlarang umumnya merujuk pada romansa yang ditentang oleh keluarga, teman, atau norma sosial karena melanggar batasan tertentu.

Melansir situs Marriage, beberapa bentuk cinta terlarang yang paling sering terjadi adalah perselingkuhan, hubungan asmara yang berlangsung saat salah satu atau kedua pihak sudah punya komitmen atau terikat dengan ikatan resmi pernikahan bersama orang lain.

Yang bisa ditemui dari kisah-kisah cinta terlarang lainnya adalah perbedaan etnis/asal daerah atau keyakinan agama/kepercayaan yang membuat penolakan dari pihak keluarga.

Ada pula relasi yang ditentang karena pihak-pihak yang terlibat masih terikat dalam hubungan sedarah atau kerabat.

Selain itu, beberapa hubungan juga bisa dianggap terlarang karena beberapa hal tabu sosial lainnya: seperti mengencani mantan kekasih sahabat atau saudara, relasi antara murid dan guru, hubungan dengan rekan kerja/atasan yang melanggar aturan profesional, hingga perbedaan usia yang sangat jauh.

Mengapa Hubungan Terlarang Bisa Terasa "Asyik"?

Mengapa bagi beberapa orang jalinan asmara yang keliru ini bisa begitu candu dan menggairahkan? Jawabannya terletak pada dinamika psikologis berikut ini:

1. Reaksi Psikologis (Reactance) dan Adrenalin

Melansir BetterHelp, ketika kebebasan kita diancam oleh larangan, secara alami muncul dorongan kuat untuk melawan. Fenomena ini dikenal sebagai reaktansi psikologis.

Semakin keras hubungan dilarang, semakin menantang dan menggairahkan hubungan tersebut dijalani. Rahasia dan risiko ketahuan memicu pelepasan adrenalin serta dopamin sehingga menciptakan sensasi "hidup" yang luar biasa.

2. Efek Effort Justification dan Kelangkaan

Seperti dijelaskan dalam artikel Psychology Today berjudul "Why Forbidden Love Feels So Good", manusia menaruh nilai lebih tinggi pada hal-hal yang membutuhkan perjuangan keras untuk didapatkan.

Pertemuan yang dilakukan sembunyi-sembunyi menciptakan sensasi bahwa romansa ini sangat berharga. Pasangan yang tidak selalu tersedia (scarcity) juga membuat setiap detik kebersamaan adalah momen euforik.

3. Gelembung Fantasi

Hubungan terlarang umumnya berlangsung dalam "gelembung" yang terisolasi dari rutinitas harian yang menjemukan. Pelaku tidak perlu menghadapi konflik domestik seperti tagihan bulanan atau urusan rumah tangga, sehingga hubungan mereka murni dipenuhi oleh proyeksi fantasi yang ideal.

4. Pengulangan Trauma Masa Kecil (Repetition Compulsion)

Situs Simply Psychology menuliskan, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka tertarik pada pasangan yang sebenarnya tidak tersedia, seperti orang yang sudah menikah, atau karena sedang mereproduksi penolakan orang tua di masa lalu.

Berjuang keras mendapatkan cinta dari orang yang tidak bisa dimiliki sepenuhnya menjadi ajang pembuktian harga diri yang manipulatif. Kekacauan emosional ini sering kali disalahartikan sebagai gairah atau kemesraan sejati.

Cara Keluar dari Jerat Cinta Terlarang

Kalau kamu punya teman, kenalan, atau mungkin dirimu sendiri, yang terjebak dalam hubungan terlarang, laman Marriage menyarankan agar kalian berefleksi dan berusaha mengakui; apakah ketertarikan itu benar-benar karena pribadi sosok tersebut, atau kalian sekadar mendambakan sensasi berisiko dari pengejaran cinta ini? Kemudian, pahami dengan baik konsekuensi ke depannya.

Selanjutnya, kamu perlu membangun jarak yang tegas, baik fisik dan emosional. Putuskan semua komunikasi (cut off) agar dirimu bisa berpikir jernih dan lepas dari kabut romansa semu.

Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi konsekuensi terburuk. Bayangkan risiko hubungan ini terbongkar. Bersiaplah menghadapi potensi kehilangan teman, kehancuran karier, hingga derita emosional berkepanjangan.

Jangan lupa untuk fokus pada self-love dan kemandirian. Salurkan energimu ke hobi-hobi baru dan self-improvement agar kamu tidak lagi bergantung pada validasi semu.

Selain itu, cari dukungan profesional. Dalam hal mengatasi ketergantungan emosional yang tidak sehat, kamu membutuhkan bantuan terapis. Terapi dapat membantu memulihkan trauma masa lalu dan ketakutan akan komitmen agar kamu juga bisa menjalani hubungan yang sehat di masa depan.

Hubungan yang sehat dibangun di atas keterbukaan, rasa aman, dan nilai bersama. Kamu berhak atas cinta yang damai dan terbuka.

Artikel lainnya terkait relationship juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait DIAJENG PEREMPUAN atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih