diajeng.id - Merantau ke luar kota atau bahkan ke luar negeri sebagai mahasiswa maupun pekerja memang membuka banyak peluang dan pengalaman baru.
Di balik semangat menggebu-gebu untuk memulai lembar petualangan menakjubkan di tempat-tempat yang belum familier, kita kerap dihantam dengan gelombang kerinduan pada rumah dan keluarga, atau istilahnya homesick.
Kerinduan pada keluarga di kampung halaman, masakan hangat buatan ibu, keakraban dengan tetangga dan teman sepermainan masa kecil sangat mungkin memicu perasaan homesick.
Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa tersebut agar tetap bisa melalui hari-hari di tanah perantauan dengan lebih tenang dan kuat?
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan di tengah kesibukan bekerja atau menimba ilmu di perantauan untuk mengurangi rasa rindu tersebut.
Mulai dari aktivitas simpel hingga kebiasaan baru yang positif, langkah-langkah ini dapat membantu kita tetap terhubung dengan rumah sekaligus beradaptasi dengan lingkungan baru secara lebih nyaman.
Tetap Terhubung dengan Rumah
Usahakan untuk rutin berkomunikasi dengan keluarga di rumah melalui telepon atau video call, tidak hanya mengandalkan pesan singkat atau media sosial.
Kamu bisa menjadwalkan waktu khusus untuk menelepon setiap minggu. Selain itu, menyusun rencana waktu untuk pulang juga dapat memberi semangat karena ada hal yang dinanti-nantikan.
Selain itu, kamu bisa membuat tempat tinggal di perantauan terasa lebih nyaman dengan menghias kamar menggunakan barang-barang yang mengingatkan pada rumah, seperti foto, selimut favorit, atau dekorasi dengan tema serupa.
Mengelola Perasaan
Ketika sensasi homesick muncul, tidak perlu ditepis. Akui dan rasakan emosi-emosi tersebut tanpa perlu menekannya. Beri diri sendiri waktu untuk sedih, tetapi jangan berlarut-larut.
Menulis jurnal bisa membantu memahami perasaan dengan lebih baik. Setelah itu, cobalah berbagi cerita dengan orang terdekat agar perasaan menjadi lebih ringan.
Ingat bahwa homesick adalah hal yang wajar dan bisa datang sewaktu-waktu. Namun, jika perasaan sedih terus berlanjut hingga mengganggu aktivitas, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional seperti layanan konseling.
Mengoptimalkan Waktu di Kampus
Mengikuti kegiatan kampus seperti bergabung dengan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), kepanitiaan, komunitas, atau organisasi dapat membantu mengisi waktu sekaligus memperluas pergaulan.
Tetap hadir di kelas juga penting, tidak hanya untuk akademik tetapi juga sebagai distraksi positif dari rasa homesick.
Manfaatkan fasilitas kampus untuk mengeksplorasi lingkungan baru dan jangan ragu untuk berkenalan dengan orang-orang di sekitar.
Dengan membangun relasi dan aktif dalam berbagai kegiatan, kamu akan lebih mudah beradaptasi dan menyadari bahwa kamu tidak sendirian dalam menghadapi homesick.
Membangun Relasi Baru
Menjalin pertemanan dengan orang-orang baru di lingkungan sekitar dapat membantu mengurangi rasa terasing sekaligus mendorongmu keluar dari zona nyaman.
Cobalah untuk mulai menyapa teman satu indekos/asrama atau sesama mahasiswa di kelas, siapa tahu mereka bisa jadi keluarga barumu.
Selain mengobrol, kamu bisa mengajak mereka melakukan berbagai aktivitas bersama, seperti menghadiri acara kampus, makan di kantin atau minum kopi di kafe, belajar bersama, menonton pertandingan olahraga atau konser, hingga berjalan santai di sekitar area tempat tinggal.
Menyibukkan Diri
Cara efektif untuk meredakan homesick adalah dengan menjaga diri tetap aktif. Kamu bisa mengisi waktu dengan bersosialisasi, menjelajahi lingkungan kampus, mencari tempat belajar yang nyaman, atau melakukan hal-hal yang kamu sukai seperti membaca buku dan menonton serial televisi.
Selain itu, mengekspresikan perasaan melalui olahraga, seni, musik, atau menulis juga bisa membantu.
Membuat Rutinitas
Memiliki pola kegiatan yang teratur sangat membantu, terutama saat sedang beradaptasi di tempat baru.
Usahakan untuk menjalani aktivitas harian yang konsisten, seperti tidur dan bangun di waktu yang sama, hadir tepat waktu di kelas, serta menetapkan jadwal belajar.
Rutinitas yang terjaga akan membuatmu merasa lebih stabil, nyaman, dan mampu menjalani hari dengan lebih terarah.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Sekar Kinasih