Menuju konten utama

Bagaimana Move On setelah Melakukan Hal yang Memalukan?

Rasa canggung dan malu adalah bagian dari hidup yang bisa membantu kita lebih mengenali diri sendiri dan belajar menghadapi situasi yang tak terduga.

Bagaimana Move On setelah Melakukan Hal yang Memalukan?
Header Diajeng Hal Memalukan. foto/istockphoto

diajeng.id - Pernah tersandung di depan banyak orang, salah melambaikan tangan, atau baru sadar ada sisa makanan yang nyangkut di gigi seharian?

Momen-momen seperti ini memang terasa memalukan saat terjadi, bahkan bisa membuat kita ingin bersembunyi sejenak dari kehidupan. Padahal, hampir semua orang pernah mengalaminya.

Rasa canggung dan malu merupakan bagian dari hidup. Meski tidak selalu menyenangkan, pengalaman tersebut bisa membantu kita lebih mengenali diri sendiri dan belajar menghadapi situasi yang tidak terduga. Jadi, menjadi canggung bukanlah sesuatu yang buruk.

Kalau kamu sedang berada atau baru saja mengalami situasi awkward dan memalukan, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa malu agar kembali merasa nyaman.

1. Akui dan hadapi

Setelah melakukan hal memalukan, atau di lain waktu ketika ada temanmu bertanya, “Ingat nggak pas kamu terpeleset di depan klien/kirim chat gosip ke grup kantor...?” jangan buru-buru menyangkal atau berpura-pura kejadian tersebut tidak pernah terjadi.

Akui saja dan tunjukkan bahwa kamu sudah belajar dari pengalaman itu. Jangan biarkan rasa canggung atau komentar orang lain membuatmu merasa rendah diri.

2. Terima momen memalukan itu

Alih-alih terus berusaha menyembunyikannya, cobalah menerima situasi yang sedang terjadi. Tidak apa-apa menunjukkan bahwa kamu juga manusia yang bisa melakukan kesalahan atau mengalami momen memalukan. Jika perlu, ceritakan versimu sendiri sebelum orang lain melakukannya.

3. Alihkan perhatian ke hal positif

Kadang-kadang, cara terbaik untuk melupakan kejadian yang memalukan adalah mengalihkan perhatian ke hal lain. Kamu bisa membaca buku, menonton film, atau menghabiskan waktu bersama teman. Dengan begitu, pikiranmu perlahan akan teralihkan dan rasa malu pun tidak lagi terasa begitu besar.

4. Ceritakan kepada teman

Membicarakan kejadian memalukan dengan teman yang bisa memahami situasimu dapat membantu meredakan rasa malu. Bisa jadi, mereka juga ikut menceritakan pengalaman memalukan yang pernah dialami sehingga kalian bisa menertawakannya bersama-sama.

Selain terasa melegakan, kamu juga akan menyadari bahwa kamu tidak sendirian dalam mengalami momen-momen canggung.

5. Minta maaf jika merugikan orang lain

Jika kesalahan yang kamu lakukan membuat orang lain berada dalam situasi sulit atau tidak nyaman, jangan ragu untuk memperbaikinya dan meminta maaf. Ketulusan dalam mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf dapat membantu memperbaiki keadaan.

6. Tertawakan saja

Kamu pasti pernah dengar salah satu lagu populer Taylor Swift yang judulnya "Shake It Off". Dari lagu tersebut kamu bisa belajar untuk “menertawakan” kekhawatiran dan rasa malu yang sedang dirasakan.

Dibutuhkan keberanian untuk bisa menertawakan diri sendiri ketika berada dalam situasi yang tidak nyaman.

Dengan ini kamu bisa merasa lebih santai dan berani untuk menghadapi rasa malu tersebut.

7. Bersikap santai dan lanjutkan aktivitas

Menghadapi situasi memalukan bukan berarti kamu harus terus memikirkan atau merenunginya. Akui bahwa momen tersebut memang terjadi, lalu biarkan berlalu. Kamu bisa bersikap cuek, menarik napas, dan melanjutkan harimu tanpa membiarkan kejadian itu menguasai pikiran.

8. Jadikan sebagai pengalaman.

Cobalah melihat setiap momen memalukan sebagai kesempatan untuk belajar. Mungkin ada sesuatu yang bisa kamu pahami atau perbaiki dari kejadian tersebut.

Namun, tidak semua situasi harus langsung dicari solusinya. Kadang-kadang, kamu hanya perlu menjalani momen itu dan membiarkannya berlalu begitu saja.

9. Ingat bahwa kamu tetap memegang kendali

Ketika berada dalam situasi yang membuat canggung, cobalah tetap tenang dan mengatur napas.

Jangan biarkan penilaian orang lain menentukan bagaimana kamu memandang dirimu sendiri. Apabila memungkinkan, beri dirimu waktu untuk menjauh dari situasi tersebut sampai kamu merasa lebih nyaman dan kembali memegang kendali.

10. Bersikap welas asih

Menerapkan rasa welas asih kepada diri sendiri juga penting. Ingatlah bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan dan merasa malu. Menyadari hal tersebut dapat membantumu memperlakukan diri sendiri dengan lebih lembut, alih-alih terus menyalahkan diri.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Risa Fajar Kusuma

diajeng.id - Diajeng
Kontributor: Risa Fajar Kusuma
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Sekar Kinasih