diajeng.id - Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, baik dari sisi hormon maupun fungsi organ. Kondisi tersebut membuat ibu hamil lebih rentan mengalami masalah kesehatan tertentu atau mengalami perubahan pada penyakit yang sebelumnya sudah dimiliki.
Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium pada trimester pertama (Antenatal Care/ANC Terpadu) penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan yang terkadang tidak menimbulkan gejala.
Ibu mungkin merasa sehat, tetapi pemeriksaan dapat menemukan kondisi seperti anemia atau infeksi yang tidak disadari.
Deteksi dan penanganan sejak awal membantu dokter menentukan langkah yang tepat selama kehamilan serta mengurangi risiko komplikasi yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan perkembangan janin. Lantas, berapa biaya cek lab ibu hamil di Puskesmas tanpa BPJS?
Syarat Cek Ibu Hamil di Puskesmas
Tidak semua pemeriksaan laboratorium mengharuskan ibu hamil berpuasa. Untuk syarat cek lab ibu hamil di Puskesmas seperti darah rutin, urine, serta skrining HIV, sifilis, dan hepatitis B, umumnya ibu tidak perlu berpuasa. Namun, jika dokter meminta pemeriksaan gula darah puasa, ibu perlu mengikuti instruksi puasa sebelum pengambilan sampel, biasanya sekitar 8–12 jam.
Untuk pembiayaan, pemeriksaan kehamilan dapat menggunakan BPJS sesuai ketentuan yang berlaku, terutama jika dilakukan melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terdaftar. Jika memilih fasilitas kesehatan swasta atau layanan di luar alur BPJS, biaya pemeriksaan umumnya perlu ditanggung secara mandiri.
Rangkaian Cek Lab Ibu Hamil di Puskesmas
Saat menjalani ANC terpadu, ibu hamil biasanya mendapat beberapa pemeriksaan untuk memantau kesehatan dan mendeteksi masalah sejak dini.
1. Pemeriksaan Hemoglobin (Hb)
Dilakukan untuk mendeteksi anemia. Pada trimester pertama, kadar Hb umumnya diharapkan minimal 11 g/dL.
2. Golongan Darah dan Rhesus
Untuk mengetahui golongan darah, mengantisipasi kebutuhan transfusi, serta mendeteksi kemungkinan ketidakcocokan Rhesus antara ibu dan janin.
3. Pemeriksaan Urine
Membantu mendeteksi protein, glukosa, dan tanda infeksi saluran kemih.
4. Skrining HIV, Sifilis, dan Hepatitis B
Disebut juga triple eliminasi, pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi infeksi yang berpotensi ditularkan dari ibu kepada bayi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal.
5. Pemeriksaan Gula Darah
Bertujuan mengetahui risiko gangguan gula darah, termasuk diabetes gestasional, terutama pada ibu dengan faktor risiko tertentu.
Biaya Cek Lab Ibu Hamil di Puskesmas
Berikut perkiraan biaya pemeriksaan laboratorium ibu hamil di Puskesmas jika menggunakan biaya pribadi atau tanpa BPJS. Tarif dapat berbeda di setiap daerah karena dipengaruhi oleh kebijakan setempat, fasilitas kesehatan, dan jenis laboratorium yang tersedia.
- Administrasi pendaftaran: sekitar Rp10.000–Rp20.000
- Tes kehamilan (strip/HCG): sekitar Rp14.000–Rp30.000
- Pemeriksaan Hb: sekitar Rp4.500–Rp20.000
- Golongan darah: sekitar Rp10.000–Rp20.000
- Darah lengkap (hematologi): sekitar Rp25.000–Rp50.000
- Gula darah (puasa/sewaktu): sekitar Rp15.000–Rp30.000
- Urine lengkap: sekitar Rp10.000–Rp25.000
- Fungsi hati (SGOT, SGPT, albumin): sekitar Rp7.000 per pemeriksaan
- Lemak darah (kolesterol/trigliserida): sekitar Rp9.000 per pemeriksaan
- Tes cepat HIV: sekitar Rp75.000 (acuan tarif DKI Jakarta)
- Tes sifilis: sekitar Rp50.000 (acuan tarif DKI Jakarta)
Artikel lainnya seputar kehamilan juga bisa dibaca di sini.
Penulis: Risa Fajar Kusuma
Editor: Dhita Koesno