Menuju konten utama

Benarkah Bertambah Usia Membuat Kita Lebih Bijaksana?

Tanpa pemikiran yang reflektif dan mendalam serta keterbukaan pola pikir, usia bukanlah jaminan dari kebijaksanaan manusia.

Benarkah Bertambah Usia Membuat Kita Lebih Bijaksana?
Header DIajeng Lebih Tua Lebih Bijaksana. foto/istocphoto

diajeng.id - Sudah menjadi pandangan umum di masyarakat kita bahwa orang yang berusia lebih tua artinya lebih dewasa, lebih tahu, dan lebih bijaksana. Ini tentu masuk akal lantaran orang-orang yang lebih tua dianggap sudah "belajar" banyak dari mengecap asam-garam kehidupan.

Dilansir Swarthmore, dalam studi yang diterbitkan di jurnal I-Perception pada 2016 silam, terungkap bahwa orang tua cenderung membuat penilaian yang lebih akurat dibandingkan orang yang lebih muda dalam memperkirakan kemiringan suatu medan bukit.

Metode yang dilakukan adalah dengan meminta para peserta untuk mengukur kemiringan bukit. Secara alami, manusia cenderung melihat bukit jauh lebih terjal daripada kenyataan, misalnya jalan setapak dengan kemiringan yang hanya 5 derajat, justru bisa terlihat menjadi 20 derajat.

Hal ini membuktikan bahwa pengetahuan dan pengalaman praktis membuat seseorang lebih mampu mengoreksi kesan awal yang menyesatkan, sehingga menghasilkan penilaian yang lebih tepat dan akurat.

Dalam konteks penelitian di atas, orang yang lebih tua telah berpengalaman dalam membedakan antara bagaimana sesuatu terlihat (visual yang mendistorsi) dengan kenyataan yang tampak sebenarnya.

Meskipun dalam hal penilaian praktis orang tua unggul, tapi ini tidak selalu berarti bahwa lebih tua bisa lebih bijaksana dalam segala hal.

Semakin Tua, Kemampuan Sosial Semakin Baik?

Penelitian lain yang dilakukan Yale University pada tahun 2018 menguatkan anggapan bahwa usia lebih tua tidak menjamin kebijaksanaan, termasuk dalam hal kemampuan sosial.

Studi yang melibatkan 1.000 peserta ini menguji tentang reaksi sosial dan melihat bagaimana keterampilan sosial bisa memengaruhi cara berpikir, merasakan sesuatu, dan berperilaku.

Salah satu pertanyaan yang diajukan untuk partisipan dalam penelitian ini berkaitan dengan pandangan tentang relasi antara kekayaan dan kebahagiaan. Pertanyaan lainnya mengulas apakah orang-orang ganteng atau cantik memiliki kualitas diri yang lebih baik.

Peneliti menemukan bahwa pengalaman hidup tidak serta merta membuat seseorang jadi lebih tahu tentang banyak hal, bahkan orang yang berusia lebih tua juga tidak lebih baik dalam memahami tingkah laku manusia dibandingkan orang yang lebih muda.

Dalam studi ini juga disebutkan bahwa orang-orang yang mendapatkan skor bagus punya beberapa kesamaan, seperti kemampuan berpikir yang baik, rasa ingin tahu, sifat introspektif, dan cenderung melankolis.

Selain itu, kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan rasa ingin tahu juga membuat seseorang lebih akurat dalam memahami fenomena psikologi sosial.

Kabar baiknya, keterampilan ini bisa dipelajari. Pada dasarnya, beberapa orang memang lebih peka terhadap isyarat sosial dan bisa lebih berempati. Namun, kepekaan tersebut bisa dikembangkan oleh siapa pun tanpa harus punya latar belakang ilmu psikologi.

Ivan Oosthuizen dalam artikel berjudul "Are Older People Wiser" di situs The University of Chicago menjelaskan, alih-alih jumlah usia yang bertambah, bagaimana pengalaman hidup itu dimaknai jauh lebih berdampak pada kebijaksanaan yang kita kembangkan.

Memang betul, seiring bertambah usia, peluang kita untuk jadi lebih bijaksana ikut meningkat karena akumulasi pengalaman dan waktu untuk berefleksi.

Namun, yang benar-benar membentuk kebijaksanaan adalah bagaimana kita memaknai pengalaman hidup, belajar dari kesalahan, mampu melihat persoalan dari berbagai perspektif, dan menerima kenyataan bahwasanya hidup ini tidak selalu hitam versus putih.

Artinya, meski orang yang lebih tua cenderung punya lebih banyak pengalaman, hanya pengalaman yang telah diolah melalui proses refleksi dan pembelajaran saja yang berpotensi melahirkan kebijaksanaan dari dalam diri.

Di luar itu, keunggulan orang dewasa dalam memecahkan masalah sebenarnya tidak bisa dipisahkan dari bidang keahlian yang sudah ditekuninya selama ini. Masih melansir tulisan Oosthuizen, seiring bertambahnya usia, pengetahuan kita menjadi semakin mendalam dan spesifik. Dalam konteks ini, orang yang lebih tua cenderung lebih tanggap dalam mengambil keputusan terkait situasi yang sudah terasa familier atau dikenal.

Pendek kata, tanpa pemikiran yang reflektif dan mendalam serta keterbukaan pikiran, usia tidak selalu menjadi jaminan atas kebijaksanaan manusia.

Artikel menarik lainnya juga bisa dibaca di sini.

Baca juga artikel terkait RELATIONSHIP atau tulisan lainnya dari Dhita Koesno

diajeng.id - Diajeng
Penulis: Dhita Koesno
Editor: Sekar Kinasih